sementara tafsiran pikiran tak sampai pada arti.
lino nolanto... todea nangojo peoko
pekirisi nakuya kaili bo i vei...
tora ti noto... tora ri pantora
bara aga saba ana makumpu namo nosintunggai... tamo nosiponondo
kedo lara nu manusia bambasilosi koronamboto....
pekik tradisi mengetarkan bumi
tarian leluhur, tarian kehidupan, tarian alam semesta
insan – insan budaya diam dalam getar semangat haru tanpa suara
mata hati mencari terang dala belantara duniawi
zaman mengulas nilai peradaban
orang – orang beradat tak lagi beradat
kebenaran dan kearifan terinjak nafsu serakah dan kekerasan hati
tak lagi beralas kasih dan kedamaian
hanya ambisi untuk puja dan puji
dari nabi adam di turunkan
sejuta makna tersurat dan tersirat
simbol simbol keseimbangan yang damai
hingga nabi muhammad penyempuran cahaya ilahi
biaskan warna – warni pelangi penuh arti
harmoni pencipta dan dicipta
EEE... todea ri lino...
naratamo dako rivavo mpoiri
nanjili ritana ntovea
naratamo palindo nulara
mopesindo lino ala kana molino
lama tak bersua
rindu bagai dendam berdarah
walau hanya rasa dalam semangat hati
tampi ri langi majadi sabi
duh tuan pengemban amanah bumi
lihatlah selalu langkah kami
langkah yang tertatih kadang perih...
meski belum mengerti arti diri yang sejati
tapi kami tak ingin dibutakan hati
kami hanya insan yang coba memahami langkah pendiri negeri
dan..., memang...!
kami bukan siapa – siapa
bukan turunan para raja
bukan bangsawan yang berpangkat dan bersinggasana megah
kami hanya anak negeri yang ingin berbakti pada pertiwi
seiring doa pada ilahi... luluh hati kami...
disemilir hembusan angin
pada pijar sinar mentari pagi
pada bumi tempat kami berpijak
pada air sungai gemerincing bernyanyi
semoga jadi sahabat bumi yang sejati
benteng – benteng kokoh tanah kaili
pengemban amanah kesatria langit
tampilangi dimasa kini
Ciptaan :
Dedi K Rabel