Senin, 12 Maret 2012

Sifat Gotong Royong Dalam Masyarakat Suku Kaili

Salah Satu Bentuk Gotong Royong,
dalam memelihara kebersihan lingkungan
Dalam masyarakat suku kaili di temukan adanya sifat gotong royong yang telah membudaya sejak dahulu. semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga banyak dilakukan bersama-sama atas dasar hubungan kekerabatan atau sesama warga desa. hal ini kelihatan pada upacara-upacara perkawinan, kematian, pesta adat, dalam pengolahan pertanian, peternakan, perburuan dan sebagainya. Sistem gotong royong tersebut dikenal dengan istilah Nolunu atau Sintuvu yang berarti kebersamaan atau kebersatuan.
Pada masa dahulu Nolunu ini meliputi apa yang di sebut :
  • No Evu berarti bersama-sama mengembala ternak.
  • No Sidondo berarti bekerja gotong royong dalam bidang pertanian dari jam 06.00 pagi sampai jam 11.00 siang tanpa diberi makan.
  • No Siala pale berarti bekerja gotong royong sehari penuh disawah dengan disediakan makanan.
  • No Kayu Noteba berarti bergotong royong di bidang pertukangan kayu untuk membangun rumah.
  • No Buso berarti bergotong royong di bidang pembuatan alat-alat besi ringan seperti ; pisau, kapak, parang dan lain-lain.
  • No Asu berarti bergotong royong dalam berburu menunggangi kuda dan bersenjata tombak berkait serta anjing sebagai teman dalam berburu.
  • No Nunu berarti bergotong royong dalam membuat pakaian dari kulit kayu.
  • No Vunja berarti bergotong royong dalam pelaksanaan pesta vunja (sukuran atas hasil panen). pada pesta vunja di adakan tarian besama mengelilingi tiang vunja yang di sebut morego.
No Nunu
No Buso
Dari sekian kegiatan di atas tadi pada saat sekarang tinggal beberapa diantaranya yang masih dilaksanakan, yaitu yang menyangkut kegiatan pertanian yang disebut No Siala Pale dan No Sidondo

Masyrakat kaili cukup memiliki kegairahan kerja dalam kehidupan di lingkungannya baik untuk kepentingan keluarganya, maupun untuk kepentingan bersama. aktifitas kerja yang menyangkut sarana dan prasarana desa senantiasa ada dan frekuensinya cukup tinggi. seperti kerja gotong royong membuat jalan desa, memperbaiki dan membersihkan saluran air, membangun  dan memelihara tempat ibadah, membangaun rumah, dan lain-lain.



Sumber : Buku Sistem Ekonomi Tradisional Sulawesi Tengah 1986/1987 

0 komentar:

Posting Komentar